Rabu, 27 Februari 2013
Menata Hati
Manisnya hawa nafsu
yang ada dalam hati, adalah penyakit yang sulit disembuhkan. Hati itu tempat
bertahtanya iman dan ma’rifatnya keyakinan. Dan semua ini adalah obat bagi
penyakit yang di akibatkan oleh hawa nafsu dan syahwat. Hawa nafsu dan syahwat
badani termasuk penyakit hati yang menghinggapi manusia. Apabila hawa nafsu itu
telah masuk dan menusuk hati, maka rusaklah hati. Dan apabila dibiarkan
saja ia akan membusuk dan sukar untuk disembuhkan.
Dosa karena hawa
nafsu itu ibarat setetes kotoran yang jatuh diatas lembaran hati manusia,
sekali manusia berbuat dosa, satu titik kotoran melekat diatas hati. Apabila
tidak dicegah tetesan dosa itu lama kelamaan akan menutup seluruh permukaan
hati, maka gelaplah hati.
Hawa nafsu memang
selalu mengajak kepada kejelekan, ia akan menghinggapi manusia ketika yang
kosong dari iman dan dzikir. Hawa nafsu tidak akan mampu berhadapan dengan
hamba Allah yang selalu dzikrullaah. Manusia beriman selalu dilindungi
dzikrullah sehingganya jiwanya tenang dan waspada oleh nafsu muthmainnah. Nafsu
muthmainnah adalah nafsu yang tenang dan damai dalam hati manusia.
Menjaga dan
memelihara kebersihan hati adalah sifat orang beriman dan para hamba yang
shaleh. Hati itu adalah cahaya dalam diri manusia. Ia adalah pelita kehidupan
manusia beriman. Jagalah jangan sampai pelita yang sedang bercahaya itu redup.
Jikalau cahaya pelita itu redup adalah alamat ia sedang sakit. Ketika pelita
hati sedang redup, dekatilah Allah, tingkatkan ibadah dzikir, jauhilah perkara
syubhat dan dosa-dosa walaupun kecil. Penuhi kembali hati dengan siraman iman
dan dzikrullah, itu adalah salah satunya obat hati. Jangan biarkan nafsu dan
syahwat itu mengendap didalam hati. Usir syahwat itu dari dalam hati,
bentengilah dengan iman dan dzikir yang tak putus-putus.
Hawa nafsu itu memang
memiliki kekuatan, apalagi hati sudah ditaklukkan, maka kekuatan akan berlipat-lipat.
Yang akan mampu mengusir kekuatan hawa nafsu adalah petunjuk yang datang dari
Allah SWT.
Subscribe to:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar